14DESAIN- Bisnis Indonesia Weekend Edisi Minggu, 30 Juni 2019

Dosen Desain Interior Binus University, Dimas Suryono, Ssn, aktif menjadi konsultan praktisi di Kolom 14Desain dari Bisnis Indonesia Weekend. Selengkapnya anda dapat melihat artikel di dalam edisi Minggu, 30 Juni 2019 ditulis oleh Asteria Desi Kartika Sari (asteria.desi@bisnis.com).

Warna putih masih menjadi salah satu pilihan unggul untuk diterapkan ke dalam interior hunian. Corak netral ini bisa menghasilkan nuansa lebih terang dan lapang sekaligus mudah diselaraskan dengan aneka perabot dalam ruangan. Pemilihan warna cat putih untuk hunian pada umumnya dilakukan dengan harapan menciptakan kesan bersih dan simpel. Secara khusus, warna putih juga diterapkan untuk menghadirkan nuansa lapang pada ruangan dengan luas terbatas. Kendati begitu, apabila tidak disiasati dengan baik, ruang dengan latar dominan putih lebih cepat menimbulkan rasa membosankan
dan hambar. Ada beberapa orang yang menghindari aksesori dan aksen warna yang terlalu banyak dalam ruang dominan putih supaya interior tidak terlalu kacau dan terasa penuh.

Dimas Suryono, desainer interior Imanoo Studio mengatakan bahwa warna putih tidak akan membosankan apabila dikolaborasikan dengan pas dan ada permainan tekstur. Menurut dia, pemilihan warna pada dasarnya mampu menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh dekorasi interior di rumah. Hanya saja, ujarnya, penerapan warna putih kadang kala kurang selaras sehingga membuat ruangan terkesan dingin, monoton, dan kosong. Dalam hal ini, penerapan berbagai gaya dan desain perabot yang berbeda menjadi salah satu kuncinya untuk menghangatkan suasana ruangan. Dimas mengatakan, pemilihan warna putih dapat digunakan untuk berbagai ruangan mulai ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur, bahkan hingga dapur. Kemudian, jika Anda memutuskan untuk merenovasi
ruangan dengan warna putih, maka perlu memilih pola khas untuk satu elemen di setiap ruangan, misalnya dengan menerapkan lantai berpola.
“Kalaupun tidak mau pakai warna yang berbeda, berarti bermain tekstur dimensi bisa di lantai bisa pada dinding,” katanya.

Menerapkan warna putih pada ruangan, lanjutnya, bukan berarti harus melepaskan semua warna lain. Namun, dengan sedikit sentuhan warna yang kuat, maka ruangan berwarna putih dapat kembali menjadi hidup dan berwarna. Anda juga bisa menambahkan ornamen dengan warna solid seperti merah untuk menjadi titik fokus atau point of interest.
“Tergantung, itu fungsi ruangnya buat apa. Kalau misalnya ruangan itu untuk tujuan pekerjaan atau ruang meeting, ada baiknya ditaruh aksesori berwarna sehingga terkesan lebih hidup dan tidak
monoton,” lanjutnya.

Disarankan bagi pemilih warna ruangan putih bisa memberikan sentuhan karya seni atau sebuah lukisan yang digantung di dinding. Selain itu bisa menempatkan sebuah tanaman yang dipajang di pojok ruangan supaya bisa menghadirkan suasana lain pada dinding berwarna putih. Menurut Dimas, saat Anda memutuskan untuk menggunakan warna putih, pada saat yang sama juga semestinya memikirkan barang apa yang akan dipakai untuk menghiasi ruangan tersebut. Trik lain yang disarankan untuk menghilangkan kesan monoton pada ruangan bercat putih adalah penempatan pencahayaan. Pasalnya, pencahayaan juga dapat memberikan sedikit rona dan menciptakan kesan dramatis lewat semburatnya. Pemilik hunian dapat berkreasi dengan cahaya yang dikombinasikan dengan dimensi tekstur yang telah dibuat.
“Nanti, mainnya shadowing dari tekstur itu. Lampunya bebas mau yang putih atau mau dibuat sedikit dramatis dengan warna yang agak kekuningan. Kalau mau lebih deep lagi warna kuning,” jelasnya.

PEMILIHAN FURNITUR

Untuk mendukung ruangan berwarna dominan putih, pemilihan furnitur berdesain modern sangat disarankan. Misalnya saja, penentuan warna dan pola sofa sebaiknya yang memiliki desain geometris atau garis-garis tegas. Apabila menginginkan, furnitur yang dipilih itu berbahan kayu karena memiliki alur pola dan warna khas. Secara khusus, Dimas merekomendasikan untuk memilih material kayu eboni Makasar. Menurutnya, material tersebut sangat cocok dikombinasikan dengan warna putih. “Kalau saya mau memasukkan satu produk yang ikonik dalam ruangan biasanya pakai eboni,”
tambahnya.

Dimas mengatakan, konsep ruang berwarna putih tersebut biasanya digunakan untuk desain bergaya
Victorian Classic dan American Classic. Gaya desain klasik Victoria memadukan desain tradisional dengan kontemporer, yang dipenuhi banyak unsur modern, warna netral, dan karpet besar sebagai ciri khas ornamen. Adapun, gaya desain klasik Amerika hadir dengan desain rustic, menggunakan palet warna lembut dan pastel dan sesekali menonjolkan warna kayu atau merah untuk memberikan fokus. Namun, untuk menerapkan warna putih ke dalam hunian, tidak menutup kemungkinan desain klasik Victorian maupun American tersebut dapat diterapkan untuk berbagai gaya dengan kombinasi. Hal tersebut kembali lagi dengan konsep yang ingin dihadirkan penghuni.

Sementara itu, apabila Anda menginginkan kombinasi yang lebih kontras, maka dapat menambahkan
warna hitam dalam interior. Misalnya saja kombinasi tersebut dapat dihadirkan ketika Anda  menginginkan warna atau suasana yang lebih monokromatik. Hitam adalah warna kuat, jadi sebaiknya digunakan seperlunya supaya ruangan tak terkesan sempit.
“Nanti ditarik lagi dari sisi terang ke gelap bisa saja. Tetapi tetap yang menarik itu itu desain asimetris. Ada warna di satu sisi dan terang di sisi yang lain dan didukung dengan dimensinya.”

Sebelumnya, Sigit Kusumawijaya selaku arsitek dan urbandesigner SIG menyarankan untuk  menetapkan hati ketika memilih karakter dalam menata hunian. Pemilihan warna kalem seperti putih, abu-abu, maupun warna kayu bisa juga diterapkan untuk gaya arsitektur Scandinavia. Karakteristik pada desain rumah Scandinavia yang ‘polos’ itu biasanya juga menonjolkan material dominan kayu sebagai furniturnya. Selain itu, ornamen putih dan metalik yang makin tegas dengan pencahayaan yang pas.