Perancangan Interior Museum Perfilman Indonesia

Karya: Valentine Monicha Wungow / 1901480652

Proses desain denah museum, mengambil inspirasi dari gulungan naskah yang identic dengan bentuk melingkar. Pola sirkulasi yang diterapkan pada museum ini adalah direct plan atau pola sirkulasi langsung, dimana pola ini akan membawa pengunjung mengarah langsung ke tujuan akhir. Ruang -ruang pamer yang ada dalam museum ini dibagi menurut genre perfilman. Alur genre tersebut diatur berurut mengikuti alur sebuah cerita dalam film. Seperti sebuah film, cerita akan dibuka dengan pengenalan tokoh, munculnya konflik, konflik memuncak sampai akhirnya terdapat penyelesaian. Masing-masing genre yang menjadi area pamer pada museum akan merepresentasikan alur film tersebut.

Konsep yang diterapkan pada perancangan museum ini adalah Alur Naskah Fantasi. Kata ‘Alur’ diambil dari cerita atau plot yang membentuk sebuah film. Kata ‘Naskah’ merupakan dokumen yang menyimpan isi dari alur cerita sebuah film. Dan ‘Fantasi’ diambil dari imajinasi yang diperlukan dalam membuat atau menulis sebuah naskah film.

Dalam proses desain museum ini, Inspirasi bentuk yang diambil sebagai bentuk dasar desain adalah gulungan naskah/script tua. Beberapa hal yang bisa dilihat dari gulungan kertas tersebut adalah bentuk serta tekstur kertas yang lentur dan tipis, membuat sebuah kertas mudah dibentuk atau digulung. Pola yang terbentuk saat kertas digulung adalah pola organic melingkar, terlihat dari bentuk-bentuk yang luwes serta terkesan ‘ringan’. Dari karakteristik naskah tersebut, konsep material yang akan diterapkan yaitu material yang memiliki kesan ringan, organic lentur dan mudah dibentuk. Contoh material yang akan digunakan antara lain kain, Multipleks serta veneer kayu.

Valentine Monicha Wungow