Stilasi Sentuhan Lokal Papua pada Ruang Keluarga
Pada saat desainer memutuskan menggunakan salah sentuhan lokal Nusantara pada perancangan desain interior, kadang terkendala dengan efek terlalu berat, terlalu gelap atau bahkan kadang sering diartikan desain terlalu “tua” sehingga sering menjadi kendala ataupun tidak diminati oleh generasi yang lebih muda.
Image 1. Ruang keluarga dengan Konsep Papua (Christianto R., 2019)
Agar konsep Etnik Papua pada ruang keluarga terasa ringan, modern, dan tidak “berat”, kuncinya adalah menyederhanakan (stilasi) elemen etnik tersebut dan mengombinasikannya dengan unsur elemen desain kontemporer.
Pada perancangan desain interior menggunakan sentuhan lokal pada studi kasus etnik Papua, agar tidak dianggap “tua”, berat kunci dan tipsnya adalah transformasi, bukan duplikasi. Pendekatan lama seperti meniru rumah adat secara utuh, ornamen tradisional dipakai berlebihan bahkan diduplikat secara utuh, bahkan aplikasi motif asli tanpa ada penyederhanaan akan berakibat fatal.
Image 2. Background motif distilasi (Christianto R., 2019)
Pendekatan yang lebih modern saat ini dan lebih dapat beradaptasi dengan masa kini misalnya, mengambil esensi: pola, filosofi, ritme, bahkan material, desainer harus dapat menyederhanaan bentuk asal dengan pendekatan yang lebih modern. Istilahnya “Tradisi dibaca ulang bukan disalin “
Pada studi kasus ruang keluarga pada image, motif Etnik Papua tidak “disalin” langsung secara utuh, tetapi mengalami Proses Stilasi (Penyerdehanaan ) bentuk agar terlihat lebih muda, ringan dan modern. Hanya komposisi warna dipakai mengambil komposisi warna Bumi, tanah (Earth Tone) agar tetap terasa unsur Papuanya. Pemilihan Furniture seperti lounge Chair dipilih berbentuk Organik Kontemporer.
Image 3. Pemilihan Bentuk Organik Pada Lounge Chair (Christianto R., 2019)
Comments :