Botanical Illustation
Botanical illustration atau Ilustrasi botani adalah cara penggambaran yang akurat tentang tumbuhan, menggambarkan ciri-ciri tumbuhan untuk tujuan ilmiah (Rix, 2012).
Tujuan ilustrasi botani adalah untuk menghasilkan gambar yang bukan saja sedap dipandang, tetapi juga akurat secara botani, komprehensif dan dapat dikenali sampai ke tingkat spesies. Menurut R. Wise seorang professor di bidang Botani, ilustrasi seni botani adalah penggabungan antara karya seni dengan sains. Sebuah ilustrasi botani dapat menyoroti serta memperbesar detail yang tersembunyi dan dihadirkan dalam format gambar yang lebih mudah dipahami.
Meskipun ilustrasi seni botani harus dibuat benar secara ilmiah, fokusnya juga tidak terlepas pada sisi estetika. Seni botani sering dilukis dengan beberapa macam teknik render, ada yang hitam – putih juga yang diberi warna, baik dengan latar belakang polos, atau tanaman yang tumbuh di habitat aslinya.
Dalam sejarah perkembangannya penggambaran visual tanaman telah mulai digunakan untuk menghias dinding makam dan kuil-kuil Mesir dari hampir 4000 tahun yang lalu. Dekorasi dinding yang unik dan bergaya, tanaman yang digambarkan cukup detail walaupun tidak akurat secara ilmiah. Salah satu contohnya adalah “The botanical garden of Thutmose III “. Isi dari gambar yang menghiasi dinding makam tersebut mewakili flora lokal, terutama flora kekaisaran Mesir pada masa puncaknya. Dibawah adalah foto relief batu berisi deskripsi realistis dari flora kekaisaran Mesir, yang terdiri dari sekitar 275 spesies.
Gambar 1. Botanical Garden of Thutmose III
Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menggambar ilustrasi botani?
Ilustrasi botani harus didasarkan pada:
- Pengamatan bahan tanaman secara langsung
- Melakukan rekonstitusi dari tanaman kering jika memungkinkan
- Pemeriksaan fitur tanaman menggunakan mikroskop
- Melakukan pengukuran yang akurat dari berbagai bagian tanaman
- Bekerja dengan ahli botani yang dapat memberikan saran yang diperlukan tentang aspek apa yang harus ditekankan.
- Pemahaman yang sangat baik tentang morfologi tanaman – bentuk dan bentuk sangat membantu dalam membedakan satu tanaman dari yang lain.
- Identifikasi fitur utama (unik) tanaman – pada berbagai tahap siklus hidupnya
- Asosiasikan dengan spesimen herbarium (ketika bagian dari koleksi ilmiah) dan catatan habitat dan pertumbuhannya
Dalam membuat karya ilustrasi botani, ada beberapa teknik penggambaran atau rendering yang digunakan. Antara lain menggunakan media rendering pen & ink, pinsil warna, cat air.
A. Teknik pen dan ink dalam ilustrasi botanical.
Tanaman digambarkan dengan jelas dan cermat dari setiap sudut dengan Teknik pointilis dan garis dengan menggunakan material pen atau tinta.
Gambar 2. Anggrek Coelogyne Spinifera karya Yuanito Eliazar
Gambar 3. Medicinal Parasite-Scurruia Ferruginea, karya Yuanito Eliazar
B. Teknik rendering pinsil warna
Gambar dibawah ini merupakan contoh karya dari Yuliana Susi, bunga Mucuna Bennettii atau disebut juga Irian Flame flower. Bungan ini Digambar dengan menggunakan teknik rendering pinsil warna.
Gambar 4. Mucuna Bennettii karya Yuliana Susi
C. Teknik rendering cat air
Gambar dibawah ini merupakan karya dari Alexandria. L. Prietama. Objek bunga yang dilukis merupakan bunga yang sering kita jumpai yaitu bunga kenanga dan bunga kecombrang. Kedua gambar bunga tersebut dilukis dengan menggunakan teknik rendering cat air.
Gambar 4. Cananga Odorara (Bunga Kenanga) Karya Alexandria L. Prietama
Gambar 5. Bunga Kecombrang Karya Alexandria L. Prietama
Sumber:
Rosemary Wise, Ilustrator Botani, Kebun Raya Oxford https://www.botanicalartandartists.com/what-is-botanical-illustration.html
Rosemary Wise, What is Botanical Illustration? https://www.botanicalartandartists.com/what-is-botanical-illustration.html
Rix M (2012). The Golden Age of Botanical Art. Andre Deutsch, Carlton Publishing Group: London, UK.
Terimakasih kepada Indonesian Society of Botanical Artist (IDSBA): Yuanito Eliazar, Yuliana Susi, dan Alexandria L. Prietama.
Comments :