Di tengah meningkatnya volume limbah kertas di Jakarta, muncul kebutuhan mendesak untuk mengubah sisa bahan ini menjadi sumber daya baru yang bernilai. Masalah ini kian relevan bagi kelompok rentan, seperti komunitas lansia, penyandang tuli, dan para pengungsi yang tinggal di lokasi penampungan, yang kerap terpinggirkan dari akses pekerjaan kreatif. Pemanfaatan limbah kertas menjadi produk kreatif dapat dilakukan dengan teknik sangat sederhana sehingga cukup efektif  jika komunitas di atas dapat menerapkan teknik ini menjadi produk kreatif yang bernilai jual. Adapun produk kreatif yang dapat dihasilkan dari limbah kertas ini antara lain boks, vas bunga, bingkai foto, bingkai cermin, beragam suvenir kecil dan produk kreatif fungsional dan dekoratif lainnya. Di bawah ini adalah produk hasil pemanfaatan limbah kertas karya komunitas Daoer Zenee di Jakarta.

Contoh hasil olahan limbah kertas menjadi produk bernilai jual 

Proses pemanfaatan limbah kertas dimulai dengan pengumpulan limbah kertas termasuk kardus, dari rumah tangga dan industri sekitar. Kertas dan kardus dipisahkan, dibersihkan dan diolah  menjadi produk kreatif yang bernilai jual. Teknik yang umumnya dilakukan saat mengolah limbah kertas menjadi produk kretif antara lain potong, lipat, gulung dan tempel. Agar lebih memiliki nilai jual, produk juga melalui serangkaian proses desain. Proses desain termasuk juga mencari informasi dari berbagai literatur termasuk dari website maupun media sosial lainnya tentang beragam produk terkini yang berasal dari limbah kertas dan kardus. Informasi tentang pemanfaatan limbah juga didapatkan melalui pengamatan langsung produk di berbagai lokasi. Hasil dari survey dan pengamatan menjadi dasar untuk mengembangkan desain produk  yang dimulai dengan pembuatan sketsa produk, desain gambar kerja sesuai kebutuhan, pembuatan prototipe, serta melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum akhirnya dibuat produk final.

Mengingat proses dan teknik pembuatan yang cukup sederhana, pemanfaatan limbah kertas dan kardus ini seringkali menjadi salah satu materi pelatihan bagi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh para dosen. Umumnya suasana pelatihan sarat semangat. Para lansia menemukan cara baru untuk tetap produktif, komunitas tuli menunjukkan bakat luar biasa dalam detail kerajinan, dan pengungsi merasakan kesempatan membangun kembali kemandirian ekonomi. Kelak, karya-karya yang telah dihasilkan, yang merupakan karya bersama, mulai dijual di bazar komunitas dan toko daring lokal, memberikan tambahan penghasilan langsung bagi keluarga peserta.

Dampak kegiatan ini adalah dihasilkannya produk kreatif dari limbah yang sebelumnya tak terpakai namun kini bertransformasi menjadi produk bernilai seni tinggi, memperkuat sektor kriya lokal, sekaligus memupuk rasa percaya diri dan kebersamaan lintas kelompok sosial. Program ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif dapat tumbuh dari kepedulian lingkungan dan solidaritas sosial.