Kemajuan kecerdasan buatan (AI) membawa transformasi yang penting di bidang desain interior. Teknologi ini mampu membantu desainer dalam menganalisis kebutuhan spasial yang dengan cepat akan menghasilkan konsep alternatif  sekaligus menyajikan visualisasi tiga dimensi yang realistis. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat diselesaikan lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas desain.

Namun demikian, kemunculan AI menimbulkan pertanyaan penting mengenai orisinalitas suatu karya, masalah hak cipta, dan peran manusia dalam proses kreatif. Dalam praktik profesional, AI lebih digunakan sebagai alat kolaboratif yang meningkatkan kreativitas dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran desainer. Pemahaman konteks budaya, kepekaan estetika, kemampuan untuk menafsirkan kebutuhan pengguna, dan pengambilan keputusan desain tetap menjadi kompetensi penting bagi manusia. Oleh karena itu, desainer masa depan diharapkan tidak hanya terampil secara artistik tetapi juga mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan memiliki kesadaran etis dalam pekerjaan mereka. Di bawah ini (gambar 1) adalah contoh penerapan teknologi imersif dengan memanfaatkan AI yang terintegrasi pada pembelajaran Desain interior dalam lingkup yang lebih luas dan dilakukan secara langsung di lokasi yang nyata (real world location).

Gambar 1. Penerapan AI yang terintegrasi dengan teknologi imersif (Indahyani, T, 2023)

Tantangan lain muncul di ranah aspek hukum dan kekayaan intelektual. Regulasi yang ada terutama berfokus pada pencipta manusia, yang memerlukan pemahaman baru tentang kepemilikan dan tanggung jawab atas karya yang dihasilkan dengan bantuan AI. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan desain yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis tetapi juga literasi hukum, etika profesional, dan pemikiran kritis terkait teknologi.

Melalui kurikulum yang responsif terhadap perkembangan industri dan perubahan gaya hidup terkini dari masyarakat lokal dan global,  program Desain Interior Universitas Bina Nusantara didedikasikan untuk mempersiapkan lulusan yang kreatif, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan kontemporer. Mahasiswa dibekali dengan kemampuan konseptual, penguasaan teknologi digital, dan pengalaman desain nyata yang terintegrasi dengan isu keberlanjutan dan kesadaran budaya. Dengan pendekatan ini, lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja tetapi juga mampu menjadi pemimpin kreatif yang membentuk masa depan ruang hidup manusia, menumbuhkan kreativitas yang beretika, memahami teknologi, dan merancang masa depan yang lebih bermakna.

Informasi lebih lengkap tentang Desain Interior di Era AI ini dapat disimak pada link:

Binus TV Channel – JURNAL BINUSIAN
Hak Cipta dan Realitas Desain Interior di Era AI