Di balik setiap karya desain berbasis budaya terdapat proses panjang yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Kolaborasi desain yang dilaksanakan di Kabupaten Siak (program IKKON, Badan Ekonomi Kreatif)) menekankan bagaimana kolaborasi lintas keilmuan sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan atas potensi ekonomi kreatif, pariwisata dan budaya Siak. Proyek desain tidak lagi hanya dipandang sebagai proses kreatif visual; melainkan dilihat sebagai upaya strategis untuk menghubungkan budaya, ekonomi, dan masa depan pariwisata lokal.

Kolaborasi terjalin di antara para praktisi ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten Siak, akademisi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pengrajin lokal, masyarakat, dan media (Foto 1). Pemilik usaha dan pengrajin dan berperan sebagai penjaga nilai-nilai budaya otentik Siak, sementara akademisi dan desainer membantu menerapkankan nilai-nilai ini ke dalam produk dan pengalaman yang memenuhi kebutuhan pasar. Pemerintah daerah mendukung inisiatif ini melalui kebijakan dan fasilitasi, sementara media dan masyarakat memainkan peran penting dalam memperkuat narasi dan daya tarik Siak sebagai destinasi budaya.

Foto 1. Kegiatan Kolaborasi para desainer interdisipliner (Tim IKKON Siak) di Kabupaten Siak

Pendekatan kolaboratif ini selaras dengan prinsip “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Dengan memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya, proyek desain dapat menciptakan peluang kerja, meningkatkan kapasitas UMKM, dan menghasilkan produk bernilai tambah yang berakar pada identitas lokal. Lebih jauh lagi, pengembangan desain yang selaras dengan pelestarian warisan budaya Siak, memastikan warisan tersebut tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

Selain itu, desain berfungsi sebagai katalisator untuk pariwisata berkelanjutan. Produk kerajinan (foto 2) yang dirancang secara kolaboratif, narasi visual, dan pengalaman budaya dapat memperkaya daya tarik wisata Siak, mendorong kunjungan, dan memperluas rantai ekonomi lokal. Produk motif tekstil pada foto 2 dirancang tim DKV Ikkon Siak dengan inspirasi dari bentuk huruf khas Siak yang oleh umum disebut “Arab Jawi”. Selanjutnya, motif tekstil ini diterapkan dan dikembangkan menjadi bentuk produk fashion, kriya, interior dan aksesoris interior antara lain tas, dompet, scarf, blus, tatakan gelas, ”table runner”, sarung bantal sofa, dan lainnya.

Foto 2. Kegiatan Kolaborasi para desainer interdisipliner (Tim IKKON Siak) di Kabupaten Siak

Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menjadi sarana untuk konsumsi budaya dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan desain berkelanjutan, Siak memiliki peluang signifikan untuk meningkatkan ekonomi regionalnya sekaligus melestarikan warisan budayanya.

Informasi lebih lengkap tentang kolaborasi desain di Kabupaten Siak ini dapat disimak pada link :

Binus TV Channel – JURNAL BINUSIAN
Menghidupkan Kembali Budaya Siak: Cerita di Balik Proyek Desain dan Kolaborai