Estetika Ornamen Jawa dalam Interior Restoran Acaraki, PIK
Di tengah berkembangnya restoran bergaya modern di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), hadir sebuah restoran yang menawarkan pendekatan berbeda melalui nuansa tradisional yang kuat. Berlokasi di Poin PIK 2, bernama Acaraki. Istilah Acaraki berasal dari prasasti Madhawapura, sebuah prasasti yang berisi catatan tentang profesi antara lain acaraki sebagai peracik jamu. Acaraki Jamu Café merupakan tempat makan yang mengangkat kembali tradisi Jamu Nusantara dalam konsep yang lebih modern dan bernuansa tradisional kotemporer.
Acaraki PIK2 yang menjadi etalase modernisasi jamu Indoneisa ini diresmikan pada bulan Febuari 2026 dan merupakan cabang ke 6 setelah cabang di Universitas Gadjah Mada, Kota Tua, Grand Indonesia, Mall Tanjung Barat dan Acaraki Landmark. Minuman jamu di Indonesia dikenal sejarah panjang peradaban yang berakar dari kearifan local Nusantara yang telah digunakan selama ratusan tahun sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, kebugaran dan keseimbangan hidup
Arsitektur Acaraki (Salim, 2026)
Tampak depan café jamu Acaraki terlihat sangat kental dengan arsitektur tradisional jawa (pendopo) dengan dominasi material kayu dan atas berbentuk joglo. Konsep simetris yang kuat menciptakan rasa seimbang dan formal, dengan sentuhan nuansa hangat dari warna kayu.
Pintu Masuk Acaraki (Salim, 2026)
Pintu utama berukuran cukup besar dan tinggi dengan material kayu berornamen lingkaran motif mandala berlapis menyerupai pola bunga dengan repetisi gemetris yang rapi. Terlihat juga motif yang sama di atas langit langit area masuk, semakin memperkuat kompisisi simetris sekaligus aksen visual dalam keseluruhan desain. Sehingga area entrance terlihat lebih terstruktur sebagai area transisi menuju dalam.
Area retail Jamu (Salim, 2026)
Gambar diatas adalah area retail jamu dengan berbagai racikan seperti kunyit, jahe, temulawak dan rempah lainnya yang disajikan dengan tampilan lebih estetik dan menarik bagi para kaum urban. Dinding bata yang disusun acak menyerupai pola anyaman memberikan kesan hangat sekaligus memperkaya tampilan ruang. Terdapat juga elemen grafis berbentuk siluet figure peracik jamu yang disederhanakan secara geometris, menciptakan interpretasi modern dari budaya tradisional.
Ornamen ukiran café Acaraki (Salim, 2026)
Pada kolom ruang diberi motif ukiran dengan ragam hias flora khas tradisi ukir Jawa, khususnya gaya Jepara. Motif didominasi oleh pola sulur (lung-lungan) yang mengalir ke atas secara simetris, dipadukan dengan bentuk bunga yang menjadi pusat komposisi. Warna pada interior ruang adalah warna coklat yang dalam psikologi warna dikaitkan dengan kehangatan, kestabilan dan kedekatan dengan alam atau membumi.
Interior dan pencahayaan restoran ( Salim, 2026)
Ruang interior café Acaraki memperlihatkan pengaruh kuat arsitektur tradisional jawa terlihat dari keberadaan “soko guru”, yaitu empat kolom utama yang berada di pusat ruang dan dihiasi dengan ukiran kayu yang detail. Interior didominasi oleh penggunaan material kayu dengan warna coklat hangat pada elemen kolom, balok, serta struktur plafon. Penggunaan pencahayaan diffused light semakin memperkuat karakter alami dari material kayu sekaligus meningkatkan kenyamanan visual di dalam ruang. Lampu gantung dengan kap lampu berbahan anyaman berbentuk organik memberi karakter artistik dan natural sekaligus menjadi vocal point di area meja makan.
Pola ornament khas jawa (Salim, 2026)
Guna membawa karakter tradisional, ukiran ornament kayu menghiasi langit langit maupun dinding. Pola simetris dan berulang nampak pada gambar diatas. Bagian langit-langit diberi motif berbentuk mandala yang tersusun berlapis menyerupai pola bunga. Pada bagian dinding terlihat ornamen dekoratif berupa ukiran sulur daun berulang yang menarik perhatian sekaligus mempertegas garis horizontal pada bidang dinding.
Secara keseluruhan, Acaraki PIK menampilkan nuansa tradisioanal yang kental dengan estetika ornamen Jawa pada eksterior maupun interior restoran. Sebagai café jamu, tempat makan ini cocok untuk mencoba berbagai jenis jamu sekaligus besantap santai menikmati ambiance kearifan lokal dalam suasana hening dan rileks.
Comments :