Pemberdayaan Komunitas Lansia Melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Berbasis Ekonomi Sirkuler
Di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan, kelompok lansia di beberapa RW di Jakarta menunjukkan peran aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis limbah rumah tangga. Terkait pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk baru, komunitas lansia masih memerlukan pendampingan dalam hal mengolah limbah tersebut menjadi produk kreatif yang bernilai jual. Adapun proses pendampingan pelatihan pembuatan produk kreatif tersebut dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan yang inklusif dengan melibatkan komunitas lansia sebagai aktor utama.
Adapun aktifitas utama yang dilakukan kelompok lansia ini adalah mengelola Bank Sampah di tingkat RW. Hal yang umumnya dilakukan warga di sekitar Bank Sampah masih terbatas pada mengumpulkan sampah atau limbah rumah tangga yang telah dipilah secara mandiri oleh warga dan menyerahkannya secara sukarela kepada Bank Sampah. Hasil penjualan sampah yang dilakukan melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) akan dikelola oleh Bank Sampah. Selain di tabung sebagai tabungan Bank Sampah milik perorangan nasabah yang menyerahkan sampah, hasil penjualan juga ada yang dikelola langsung oleh Pengurus Bank Sampah RW secara transparan dan akan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan warga.
Sebagai upaya meningkatkan nilai jual dari limbah rumah tangga khususnya yang tidak termasuk dalam kategori limbah yang dapat dijual melalui Sudin LH, komunitas lansia mendapatkan pendampingan antara lain berupa pelatihan yang melibatkan Dosen dan mahasiswa. Pelatihan berfokus pada pemanfaatan limbah rumah tangga, antara lain sisa sayuran dan buah, potongan/sisa kardus, sisa kain, cangkang telur, dan minyak goreng bekas untuk menghasilkan produk yang bernilai jual dan dapat dipasarkan. Metode pelatihan dirancang agar sederhana, mudah diterapkan, dan aman, disesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan serta keterampilan dasar peserta. Kegiatan meliputi pembuatan kompos dari sisa sayuran dan buah, bingkai foto dari kardus, menjahit aplikasi dari kain perca untuk tote bag dan suvenir, pembuatan sabun dan lilin wangi dari minyak goreng bekas serta pengenalan pembuatan produk kreatif dari cangkang telur. Beberapa foto proses pembuatan limbah rumah tangga menjadi produk kompos dan produk kreatif (foto 1,2,3) sebagai berikut:
Foto 1. Proses pembuatan kompos dari limbah sayuran dan buah (Komunitas lansia & Indahyani, T, 2026)
Foto 2. Proses pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah (Indahyani, T, 2026)
Foto 3. Proses pembuatan limbah kain (perca) menjadi produk kreatif (Indahyani, T, 2026)
Disamping keterampilan yang bersifat teknis, peserta pelatihan dibekali dengan pemahaman tentang konsep ekonomi sirkuler, yang memaparkan bagaimana limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk kreatif bernilai ekonomis yang dapat pula meningkatkan pendapatan keluarga. Pendekatan ini selain mendorong meningkatnya kesadaran lingkungan, juga membuka peluang bagi usaha rumahan yang dapat dikelola oleh komunitas lansia secara mandiri.
Ada tiga hal penting dari hasil pelatihan, yaitu adanya kecenderungan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, teraktivasinya kegiatan produktif berbasis komunitas serta terimplementasinya beberapa prototipe produk estetik yang kreatif, ber potensi memenuhi target pasar serta bernilai jual karena difokuskan untuk segmen produk sehari-hari yang ramah lingkungan.
Pelatihan ini juga menunjukkan bahwa komunitas lansia bukanlah kelompok pasif; sebaliknya, melalui komunitas dengan suasana keanggotaan yang akrab, para lansia memiliki potensi signifikan sebagai agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan dan ekonomi lokal yang dapat mendorong meningkatnya kepedulian warga lain khususnya kalangan anak muda agar turut peduli terhadap pelestarian lingkungan. Ke depannya, melibatkan generasi muda dalam pengelolaan Bank Sampah dan pelatihan produk kreatif sangat penting untuk memperkuat keberlanjutan program dan mendorong kolaborasi lintas generasi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Adapun proses desain dan produksi untuk membuat daur ulang limbah rumah tangga menjadi produk bermanfaat seperti kompos, lilin wangi dan produk kreatif lainnya dapat dapat disimak pada link di bawah ini di menit 2:56:58 – 3:16:37 dengan Keynote Speaker Titi Indahyani dari Program Studi Desain Interior, Universitas Bina Nusantara, Jakarta :
https://www.youtube.com/watch?v=R0soNzA_OkM
(menit 2:56:58 – 3:16:37)
Sumber:
- International Multidisciplinary Community Service Activity Batch 16 (22 Countries) Day 3 – Asosiasi Dosen PkM Indonesia ADPI, 18-20 April 2026
- Pengurus Bank Sampah, komunitas lansia dan peserta pelatihan RW 11, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, 2025-2026
- Pelaksanaan Program Hibah PkM BBD Universitas Bina Nusantara, 2025-2026
Penulis:
Titi Indahyani, S.Sn, M.M, Ph.D
Associate Lecturer Specialist S3
School of Design – Universitas Bina Nusantara
Comments :