Santyana Set merupakan perancangan furnitur lansia yang mengangkat konsep “Naungan Lembayun” sebagai representasi rasa aman, hangat, dan nyaman bagi lansia di masa tuanya. Konsep ini terinspirasi dari bentuk dasar rumah yang dimaknai sebagai tempat bernaung dan perlindungan, kemudian diterjemahkan ke dalam elemen furnitur melalui siluet atap rumah yang sederhana, stabil, dan menenangkan. Bentuk tersebut dipadukan dengan karakter Bentwood Rocking Chair karya Thonet melalui penerapan garis lengkung yang mengalir, sehingga menghasilkan furnitur dengan kesan lembut, ergonomis, dan mendukung aktivitas relaksasi lansia.

Perancangan Santyana Set berangkat dari hasil riset dan kunjungan langsung ke beberapa panti werdha di Jakarta. Berdasarkan observasi tersebut, ditemukan masih banyak fasilitas panti werdha yang belum sepenuhnya memperhatikan kenyamanan lansia akibat keterbatasan anggaran dan sarana yang tersedia. Kondisi tersebut mendorong terciptanya rancangan furnitur yang tidak hanya berfokus pada fungsi dan ergonomi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman emosional berupa rasa tenang, diterima, dan ditemani dalam keseharian para lansia.

Selain mengutamakan kenyamanan pengguna, Santyana Set juga menerapkan konsep upcycling sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Material utama furnitur memanfaatkan limbah kursi roda rumah sakit yang sudah tidak terpakai dan umumnya hanya menumpuk tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Melalui proses pengolahan dan pengembangan desain, material tersebut diubah menjadi furnitur baru yang memiliki nilai fungsi, estetika, dan keberlanjutan. Dengan demikian, Santyana Set tidak hanya menghadirkan solusi furnitur ramah lansia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan kembali limbah material menjadi produk yang lebih bernilai.