PERANCANGAN FURNITUR DAN AKSESORIS INTERIOR DENGAN PENERAPAN BUDAYA DAYAK KENYAH PADA HOTEL BUTIK SAMARINDA
Cecilia Valentina Kurnia 2501987311
| Kota Samarinda, sebagai ibu kota Kalimantan Timur, memiliki kekayaan budaya lokal yang berpotensi dikembangkan melalui sektor pariwisata.
Peningkatan jumlah wisatawan mendorong pertumbuhan industri perhotelan, termasuk hotel butik yang dapat menonjolkan identitas daerah melalui desain interior. Lobi hotel menjadi area penting dalam membentuk kesan pertama sekaligus merepresentasikan nilai budaya lokal. Namun, banyak lobi hotel di Samarinda belum mengoptimalkan elemen budaya Dayak Kenyah, seperti ragam hias yang memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang furnitur dan aksesoris interior yang mengadaptasi budaya Dayak Kenyah untuk menciptakan ruang yang autentik, bermakna, dan memperkuat identitas lokal. Konsep “Keelokan Citra Khali” menggabungkan unsur keindahan, identitas, dan kebebasan, diekspresikan melalui bentuk organik yang dinamis dan tidak terikat pada aturan. Secara visual, motif tanaman tengkawang sangat mendominasi dalam ragam hias Dayak Kenyah, yang dilambangkan sebagai harapan dan kesuburan. Motif ini diwujudkan dalam elemen lengkung yang selaras dengan nilai estetika dan budaya lokal. Pemilihan warna didasarkan pada filosofi warna Dayak Kenyah: hitam, kuning, putih, dan merah. Material lokal yang digunakan berupa rotan dan besi. Teknologi digital textile printing diterapkan pada kain besway bermotif khas Dayak. Aspek ergonomi serta teknik konstruksi seperti pembakaran rotan dan penguatan sambungan diperhatikan untuk ergonomis, kekuatan, dan karakter tradisional dalam desain. |


Comments :