Devina_2540119053

Perancangan ini menekankan bahwa ruang tersebut bukan sekadar tempat transit, melainkan dirancang sebagai persinggahan yang menghadirkan pengalaman emosional yang hangat dan berkesan. 

Dengan mengusung konsep “Nostalgia Persinggahan Cendera Semerbak”, desain ruang ini menghadirkan atmosfer tenang yang diperkaya oleh aroma khas minyak atsiri melalui tata pajang cenderamata yang estetis dan bermakna. 

Perpaduan visual, wangi, dan suasana mendalam menjadikan ruang tunggu ini sebagai tempat refleksi dan ketenangan yang melekat dalam ingatan, memperkuat identitas bandara sebagai bagian penting dalam perjalanan yang tak terlupakan.

Material alami, pencahayaan lembut, dan tata ruang yang mengalir secara organik memperkuat kesan sebagai tempat persinggahan yang menyentuh hati, sebuah ruang yang menghadirkan keintiman dan keheningan di tengah hiruk pikuk perjalanan. 

“Nostalgia Persinggahan Cendera Semerbak” Menggambarkan sebuah momen singkat dalam perjalanan hidup yang dipenuhi dengan keharuman memori dan makna mendalam. 

Ungkapan ini merepresentasikan tempat beristirahat yang tidak hanya menjadi titik jeda fisik, tetapi juga ruang emosional yang membangkitkan kenangan manis. Aroma semerbak yang melingkupi tempat itu seakan menjadi simbol dari cendera atau kenang- kenangan yang melekat dalam ingatan, walau hanya sesaat.

Kehangatan dan keindahan suasananya meninggalkan jejak dalam batin, menjadikannya persinggahan yang tak terlupakan dalam rangkaian perjalanan yang lebih luas.