Fatimah Haaniyah – 2502002450

Belajar merupakan proses penting yang mendukung tumbuh kembang anak,  tidak hanya membentuk kemampuan akademik tetapi juga kepercayaan diri dan keterampilan sosial. 

Learning disabilities atau gangguan belajar adalah hambatan pada kemampuan memperoleh,  memproses, atau mengungkapkan informasi secara efektif, meskipun anak memiliki kecerdasan normal.  Jenis yang umum dialami anak meliputi disleksia, diskalkulia, dan disgrafia.  Untuk mengatasinya, diperlukan terapi dengan pendekatan yang tepat agar anak dapat belajar secara optimal. 

Perancangan ini bertujuan menghadirkan pusat terapi learning disabilities bagi anak yang secara interior mampu  mendukung proses terapi dengan penerapan prinsip neuro-inclusive design yang multi-sensorik. 

Fasilitas dirancang fleksibel, mampu menstimulasi perkembangan kognitif dan psikologis anak,  ramah neurodiversitas, serta dapat mengakomodasi keterlibatan orang tua. 

Konsep “Benih Harapan Cerdas” mencerminkan upaya menumbuhkan potensi anak melalui lingkungan yang aman, hangat,  dan penuh dukungan, dengan perlindungan dari orang dewasa sebagai pengasuh utama. 

Pendekatan sustainable diterapkan melalui pemanfaatan material daur ulang limbah plastik,  diharapkan tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menumbuhkan kesadaran pengunjung akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menerapkan pola hidup berkelanjutan.  Dengan demikian, pusat terapi ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi permasalahan belajar anak sekaligus menjadi ruang yang mendorong perkembangan optimal mereka melalui desain yang inklusif, fungsional, dan berkelanjutan.