Pemanfaatan bambu sebagai material furnitur dan aksesori interior pada homestay menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi Desa Wisata Gedepangrango, Kabupaten Sukabumi. Ketersediaan bambu yang melimpah, didukung oleh keterampilan perajin lokal, memberikan peluang untuk menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas homestay. Pengembangan produk berbahan bambu tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian potensi lokal, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan daya saing homestay, sebagai salah satu fasilitas desa wisata dan pengembangan usaha masyarakat desa berbasis kerajinan lokal.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui identifikasi dan survey kebutuhan masyarakat langsung di lapangan, diskusi dengan para pemangku kepentingan, penyusunan konsep desain (Gb.1), pembuatan gambar 3D dan model prototipe (Gb.2), pelaksanaan pelatihan, serta pendampingan selama proses implementasi. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti pemilik homestay, pengrajin bambu, pelaku UMKM, kelompok tani, PKK, dan Karang Taruna.

Gb.1. Konsep desain: material board dan skema warna (Indahyani, T, Dewanti , N.R, 2023)

Gb.2. Gambar 3D dan model prototipe  lampu dinding 1dan 2 (Indahyani, T, Dewanti , N.R)

Materi yang diberikan menitikberatkan pada pengembangan desain berbasis potensi lokal, teknik pengolahan bambu, serta model produk yang mudah diproduksi dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Desain produk yang dihasilkan mengambil inspirasi dari kekayaan alam dan budaya Desa Gedepangrango. Berbagai produk yang dikembangkan meliputi bangku, lampu meja, lampu dinding, alas makan, hingga dekorasi dinding berbahan bambu dengan dominasi warna alami. Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan suasana homestay yang nyaman, autentik, dan selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan melalui penggunaan material ramah lingkungan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi furnitur dan aksesori interior berbahan bambu sesuai beberapa model yang disiapkan. Selain memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai tambah, program ini juga berkontribusi pada peningkatan wawasan pemilik homestay akan kualitas homestay yang baik, penguatan identitas lokal, serta pengembangan UMKM berbasis kerajinan bambu. Dengan demikian, pemanfaatan bambu diharapkan mampu mendukung peningkatan daya saing desa wisata melalui fasilitas homestay, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber:

Indahyani, T., & Dewanti, N. R. (2023). PENERAPAN BAMBU PADA FURNITUR DAN AKSESORIS INTERIOR SEBAGAI NILAI TAMBAH HOMESTAY DI DESA WISATA. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat4(1), 821-831.

DOI: https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i1.2673