SKENA 2026 : Menoreh Jejak Suropati Melalui Goresan
Teks dan Foto : Janessa Charlina Tan | Video: Janessa C. Tan dan Amanda Rizkiyah
Jakarta, 11 September 2026 – Di tengah keramaian kawasan Menteng, Taman Suropati menjadi salah satu tempat terbuka yang menawarkan ketenangan bagi masyarakat sekitar. Taman ini berada di sisi utara Jalan Diponegoro, dan bisa diakses melalui Jalan Besuki, Jalan Teuku Umar, Jalan Syamsu Rizal dan Jalan Imam Bonjol.
Taman Suropati di bangun sejak jaman Belanda yang dulunya dikenal dengan nama Burgemeester Bisschopplein. Seiring dengan perkembangan waktu, taman ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat Jakarta saja, tetapi menjadi bagian dari hubungan persahabatan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut dibuktikan melalui berbagai monumen yang dibuat oleh seniman dari enam negara pendiri ASEAN tersebar di seantero Taman Suropati.
Di antara monumen tersebut terdapat monumen simbol “ Perdamaian , Harmonis, dan Satu” ciptaan Leen Kiang Seng seniman asal Malaysia, menyerupai origami yang berada di tengah Taman Suropati. Kedua, monumen simbol “ Kelahiran Kembali” ciptaan Luis E. Yee Jr. yang berasal dari Filipina. Monumen ini tersusun dari tonggak kayu berjumlah 16 buah yang di tanam ke dalam tanah mengisyaratkan tangkai padi yang bergoyang tertiup angin. Monumen ketiga, “ Keharmonisan” ciptaan dari seniman asal Brunei Darussalam, Awang HJ Latirf Aspar. Monumen ini berbentuk 6 padi seperti lambang ASEAN yang pada bagian tengah terdapat peta dan lambang negara Brunei Darussalam. Keempat, monumen “ Semangat ASEAN” ciptaan Wee Beng Chong, seniman asal Singapura. Monumen ini dijadikan simbol dari persatuan dan kerjasama dari negara-negara ASEAN. Kelima, ada monumen “ Perdamaian” ciptaan seniman dari Indonesia, Sunaryo. Monumen ini berbentuk manusia yang melalui proses distorsi sehingga kehilangan bentuk manusianya. Terakhir, monumen “ Persaudaraan” ciptaan seniman asal Thailand bernama Nonthivathn Chandanaphalin. Monumen ini berbentuk dua orang yang bersisian dengan makna persaudaraan antar negara ASEAN.
Pada 09 September 2026, SKENA mengangkat tema ‘’ The Tale of Suropati” berdasarkan monumen – monumen persahabatan ASEAN yang berada di Taman Suropati. SKENA (Sketsa Kemana) merupakan sebuah program live sketching tahunan yang diselenggarakan oleh HIMDI (Himpunan Mahasiswa Desain Interior) BINUS University. Kegiatan ini bertujuan mengajak peserta ke lokasi-lokasi outdoor yang menarik untuk melakukan live sketching bareng. Melalui kegiatan ini, banyak mahasiswa dapat mengapresiasi bahwa ide gambar tidak hanya ditemukan dari internet saja, melainkan juga dari lingkungan sekitar mereka.
Tidak hanya mahasiswa dari jurusan interior desain saja yang hadir dalam kegiatan SKENA tahun ini, tetapi mahasiswa-mahasiswi dari fakultas School of Design juga ikut serta meramaikan kegiatan tersebut. Dengan ini, kegiatan SKENA menjadi kesempatan agar para mahasiswa dapat berkenalan antar satu sama yang lain. Kegiatan ini juga didampingi oleh dua dosen desain interior BINUS University, Ibu Reno Fanthi S.Sn., M.Sn. dan Dr. Sri Rachmayanti. S.Sn., M.Ds.
Kegiatan di mulai dengan sejarah Taman Suropati oleh panitia. Setelah itu, panitia membagi para peserta yang hadir menjadi enam kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk melakukan sketching dua monumen berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh panitia. Ketika sudah menemukan monumen sesuai petunjuk, panitia memberikan tema apa yang akan di gambar oleh peserta.
Antusiasme para peserta dapat terlihat ketika mereka menggambar sesuai dengan tema yang diberikan oleh panitia. Ada yang fokus hanya menggambar monumen saja, tetapi ada juga yang terinspirasi untuk menggambar sesuai dengan imajinasi mereka.
Hasil gambar para peserta nantinya akan dilakukan sistem voting untuk menentukan siapa juara terbaik dalam kegiatan SKENA tahun ini. Tidak hanya para peserta yang melakukan voting, tetapi juga para dosen yang hadir dalam kegiatan tersebut juga turut memberikan suara mereka untuk menentukan juara. Para pemenang mendapatkan hadiah spesial dari LYRA yang merupakan sponsor kegiatan SKENA.
Melalui kegiatan sketching ini, SKENA tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk saling mengenal dan membangun kebersamaan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, SKENA tahun ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menginspirasi para mahasiswa untuk selalu berkarya dimana saja. Akhir kata, sampai jumpa di kegiatan SKENA tahun depan! (JT)





Comments :