Teks: Siti Chadijah   | Foto: Ahmad M. Ari Subekti dan Siti Chadijah

 

Kalau belajar didampingi dosen yang baik hati? Itu sudah biasa. Atau belajar difasilitasi gawai yang canggih? Itu juga biasa.

Ada yang berbeda dari sesi pembelajaran mata kuliah Desain Furnitur 1 di Jurusan Desain Interior BINUS University Jakarta. Bila setiap pertemuan mahasiswa selalu didampingi dosen yang hadir dalam format team teaching, kali ini para Binusian 2029 (mahasiswa tahun pertama) merasakan sesi pertemuan tatap muka difasilitasi dosen yang rutin mengajar, juga didampingi oleh staf Workshop Furnitur serta para kakak kelas Binusian 2028. Pada sesi perkenalan proyek furniture dasar berupa desain stool ini, mahasiswa diajak berpikir kritis dan mengevaluasi beberapa contoh karya stool, baik yang dibuat oleh mahasiswa di tahun-tahun sebelumnya, maupun stool yang dapat dibeli di online marketplace.

Mahasiswa mengevaluasi banyak aspek, mulai dari ergonomic fasilitas duduk tersebut (Apakah nyaman atau tidak saat diduduki? Apa yang dirasakan? Mengapa demikian?). Setelah itu mereka juga diajak melihat aspek lainnya seperti konstruksi (Mengapa stool tersebut terlihat kokoh? Bagaimana cara membuat sambungan yang terlihat seperti itu? Apa teknik yang diolah?). Di tahap akhir mereka juga mengevaluasi permasalahan seputar finishing pada masing- masing contoh stool. Pada sesi ini mahasiswa diajak berdiskusi langsung dengan kakak kelas yang sudah lebih dahulu merasakan proses pembuatan stool. Mereka yang turut berbagi pengalaman yanitu Binusian 2028 yang bukan hanya mendesain stool, tapi juga memproduksi sendiri 80% karya mereka di Workshop Furnitur. Pengalaman dan keseruan membuat stool ini menjadi bagian penting karena sesi berbagi pengalaman ini disampaikan oleh sebaya mereka dan dengan gaya komunikasi yang santai, sebagaimana metode pembelajaran tutor sebaya (peer teaching).

Di akhir sesi, mahasiswa Binusian 2029 juga diajak untuk untuk melakukan simulasi pembuatan stool dengan merakit knock down stool bersama kelompok. Masing- masing kelompok diberi bentuk dan model konstruksi stool yang berbeda-beda. Kemudian setelah semua selesai, masing- masing mahasiswa mengevaluasi kembali stool hasil rakitannya.

Sesi ini diharapkan menjadi pemantik agar mahasiswa aktif berdiskusi, baik dengan teman, dosen, maupun dengan kakak tingkatnya. Setelah sesi ini mahasiswa Binusian 2029 akan memulai proyek desain stool mereka untuk nantinya dipamerkan dalam pameran besar karya Mahasiswa Desain Interior BINUS Jakarta semester Genap 2026. Kita tunggu ya karya-karya mereka!

Gambar 1. Binusian 2028 (dari kiri: Fea Elantari, Arya Priyadipurbo, Jordan Toya bersama staf lab Pak Gayung Purbojati) membagikan pengalaman memproduksi sendiri karya stool pada Binusian 2029

 

Gambar 2. Binusian 2029 mencoba merakit dan menganalisis sambungan kayu serta berbagai aspek lain pada stool diarahkan oleh Ibu Dr. Ade Aryani Sari Fajarwati selakuk pengampu mata kuliah DF 1.

Gambar 3. Fasilitator Workshop Furnitur menjelaskan tata tertib penggunaan fasilitas Workshop Furnitur bersama ibu Reno Fanthi, M.Sn. (dosen pengampu kelas DF 1 sekaligus Workshop Coordinator BINUS University Jakarta)