PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM TREN GAYA HIDUP GENERASI 80-AN DI JAKARTA
Fabian Shabir – 2502000634
| Gaya hidup 80-an kembali digemari anak muda masa kini sebagai bagian dari tren nostalgia yang merambah berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Musik retro dari Madonna, Michael Jackson, hingga genre synth-pop menjadi favorit di platform digital, sementara piringan hitam dan kaset jadul kembali dikoleksi oleh generasi muda. Fashion era 80-an seperti jaket oversized, celana high-waist, dan gaya athleisure muncul lagi di jalanan dan media sosial, diperkuat dengan maraknya toko-toko vintage yang menghadirkan nuansa klasik. Tempat nongkrong anak muda di era 80-an seperti kawasan Blok M kembali ramai, menghadirkan suasana retro yang dilengkapi dengan aktivitas kreatif seperti skateboard, musik indie, hingga komunitas manga dan anime, sehingga memperkuat atmosfer nostalgia di kalangan anak muda masa kini.
Namun, hingga saat ini belum ada museum yang secara khusus mengangkat tren gaya hidup 80-an secara menyeluruh, meliputi musik, fashion, teknologi, dan desain interior khas 80-an sebagai media nostalgia. Oleh karena itu, dirancanglah museum bertema gaya hidup generasi 80-an dengan konsep desain statement yang diambil dari bahasa gaul tahun 80-an, yaitu “Kece Dalam Lintasan Nostalgia”. Kata “kece” bermakna keren atau gaul, “lintasan” diambil dari Lintas Melawai yang mana sebagai nama tempat gaul pusat anak muda di Blok M era 80-an, dan “nostalgia” merepresentasikan atmosfer 80-an yang ingin dihidupkan kembali melalui pengalaman ruang museum ini. Gaya desain yang digunakan pada perancangan interior museum ini adalah “Memphis Design”, karena “Memphis Design” adalah gaya desain yang paling tren ditahun 80-an. |


Comments :