Franzeska Amaliana Dewi Lestari – 2502037271

Kondisi urbanisasi yang semakin padat di Jakarta memengaruhi kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan.

Gaya konsumsi masyarakat yang cenderung memilih makanan cepat saji dan minim gizi turut memperburuk situasi ini.

Sejak pandemi COVID-19, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat mulai meningkat, termasuk dalam memilih makanan yang lebih bernutrisi.

Sejalan dengan itu, tren konsumsi makanan berbasis nabati pun mulai berkembang karena dinilai lebih menyehatkan sekaligus ramah lingkungan. 

Meski demikian, sarana edukatif yang mampu menyampaikan manfaat pola makan sehat secara komunikatif dan menyenangkan masih tergolong terbatas.

Maka dari itu, diperlukan suatu ruang yang tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mengajak pengunjung untuk terlibat secara aktif dan menikmati proses belajar. 

Konsep “Menyusuri Harmonia Rasa Nabati”  diangkat sebagai dasar perancangan, dengan tujuan menciptakan ruang yang menggambarkan harmoni antara tubuh manusia dan alam.

Gagasan ini menekankan pentingnya transisi menuju pola makan yang lebih berkelanjutan, demi menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan lingkungan.

Perancangan interior difokuskan untuk menciptakan pengalaman yang berkesan melalui pendekatan sensori yang menggugah kesadaran secara menyeluruh.