Frezya Nuary Putri – 2502022906

Bali memiliki kekayaan kuliner tradisional yang sarat nilai budaya dan filosofi,  namun hingga kini belum banyak ruang edukatif yang mampu mewadahi pengalaman kuliner secara menyeluruh.

Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali dikenal bukan hanya karena alamnya,  tetapi juga melalui hidangan seperti ayam betutu, lawar, dan sate lilit yang menjadi bagian penting dari identitas budaya.

Sayangnya, sebagian besar wisatawan hanya mengenal kuliner Bali dari sisi konsumsi tanpa memahami proses,  makna, dan filosofi yang melatarinya.

Hal ini menimbulkan kebutuhan akan sebuah pusat edukasi kuliner tradisional yang dapat menjadi media pelestarian sekaligus inovasi. 

Konsep perancangan interior pusat edukasi kuliner ini terinspirasi oleh filosofi Tri Hita Karana,  yaitu harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.

Filosofi tersebut diwujudkan dalam pengalaman ruang melalui dapur terbuka, galeri rempah, ruang demonstrasi, serta kelas memasak yang interaktif.

Untuk memperkuat identitas lokal, desain interior menggunakan material khas Bali seperti kayu ulin, anyaman rotan, serta ornamen ukiran tradisional yang menghadirkan nuansa hangat dan autentik. 

Desain statement yang diangkat adalah “Sesari Rasa”, yang merepresentasikan perpaduan nilai spiritual, edukatif, dan emosional dalam gastronomi  Bali.

Dengan pendekatan ini, pusat edukasi kuliner tradisional diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsumsi,  tetapi juga wadah pembelajaran, interaksi sosial,  serta pelestarian  budaya yang mendukung ekonomi kreatif Bali.